Cara Membuat Orang Mengikuti Perintah Dengan Perintah Berlapis

Bacalah tips ini dan pahami baik-baik

Bagaimana caranya agar orang lain bisa menuruti perintah Anda, ya ini adalah tips yang disukai para pelaku bisnis, guru, yang sering melakukan acara seminar atau hal lain yang berkaitan. Tips ini saya buat sendiri dengan landasan referensi buku dari orang yang ahli dalam psikologi dan hipnosis. Jadi Anda ingin membuat orang lain mengkuti perintah Anda kan, Mau ?

Sebelum saya jelaskan inti pada caranya langsung, saya akan menceritakan sesuatu yang berkaitan dulu. Ada seorang pesulap yang sedang perform didepan panggung, Dan pada akhirnya sampailah pesulap itu ke permainan kartu. Pesulap itu kemudian mendekati salah satu audiens dan berkata “Berdiri dan peganglah kartu ini agar semua orang dapat melihatnya“.  Langsung audiens itu berdiri dan kemudian menunjukkan kartu tersebut pada para audiens yang lain. Sadar atau tidak, pesulap ini menggunakan pola untuk membuat audiens tersebut mengikuti perintahnya.

Jika saja pesulap itu hanya memerintakan, “Berdiri” kebanyakan audiens kemungkinan besar akan menolak. malahan pasti audiens akan bertanya mengapa, karena hal ini bersifat alami dan sadar. Atau penonton langsung akan menjawab tidak, entah karna malu, malas, enggan, dan banyak lagi alasan yang lain, Ya kan ?

Bagaimana caranya agar orang lain bisa menuruti perintah

Pada hal lain yang sama, jika pesulap itu memerintahkan , “Peganglah kartu ini agar semua orang dapat melihatnya”. Coba Anda bayangkan dan rasakan, dengan kata seperti ini akan membuat audiens mempunyai perbandingan 50:50 kemudian pada akhirnya audiens tersebut malah merasa tidak nyaman dan enggan menyetujuinya.

Nah pada intinya ini disebut dengan pola khusus : “Perintah dan Perintah“. Kata “dan” disini bertujuan untuk mengabungkan perintah pertama dan kedua, yang pada akhirnya akan membuat pendengar dibanjiri oleh informasi. Pendengar tidak tahu perintah mana yang akan ditolak, jadi pada akhirnya akan menerima kedua perintah tersebut. Ketika ia akan menolak perintah pertama, dia langsung diserang oleh perintah kedua.

Untuk memberi perintah secara bawah sadar, manusia akan lebih mudah menerima dua perintah yang telah disambungkan daripada hanya satu perintah yang bersifat otoriter. Ada satu contoh yang saya ambil dari buku, seorang guru memerintah pada muridnya untuk duduk tenang. Dengan memerintah murid-murid tersebut guru itupun berkata “Ayo, semuanya duduk tenang”.

Penggunaan dengan kata seperti itu terdengar secara otoriter dan sadar, hal ini  membuat tidak terlalu mempengaruhi murid-murid. Seandainya kata tersebut menambahkan perintah lunak yang biasanya disebut “Soft force” seperti “Ayo, semua duduk rapi dan dengarkan baik-baik“. Kata ini terselubung yang berfungsi untuk melunakkan perintah pertama pada pikiran bawah sadar murid-murid.

Dengan pola seperti ini, akan lebih mudah diterima didalam bawa sadar manusia untuk berbagai perintah tertentu. Oleh sebab itu jika kita fokus pada pemikiran manusia secara logis, satu perintah adalah sebuah keharusan atau memaksa. Akan tetapi menggunakan dua perintah dapat membuat perintah tersebut lebih lunak, karena tidak menuju pada satu hal saja. Ada dua hal positif yang sudah pasti didapat disini, yaitu Anda tidak hanya mengajukan satu perintah saja, melainkan dua perintah sekaligus tanpa adanya pemaksa.

Didalam buku referensi yang saja dapat, ada beberapa contoh yang bisa Anda gunakan sebagai perintah berlapis dengan jenis-jenis variasi :

  • “Klik di sini dan kunjungi web kami”
  • “Buanglah sampah ke luar dan tutup pintu depan”
  • “Lihatlah saya dan tersenyumlah”

Oke terima kasih sudah berkunjung, Subcribe dan dapatkan macam-macam tips dan totutial selanjutnya^^

Leave a Reply